Komdigi Jelaskan Kriteria Sistem Rating IGRS

Komite Multimedia Digital (Komdigi) memperkenalkan Indonesian Game Rating System (IGRS) untuk memberikan panduan usia yang jelas pada game digital di Indonesia. Sistem ini bertujuan:

  • Memberikan informasi yang jelas bagi orang tua terkait konten game yang sesuai untuk anak-anak dan remaja.

  • Memastikan distribusi game aman sesuai kategori umur agar anak tidak terpapar konten dewasa secara prematur.

  • Menyelaraskan industri game lokal dengan praktik internasional tanpa mengurangi kekhasan budaya lokal.


2. Kategori Rating IGRS

a. Rating 3+

  • Target: Anak-anak 3 tahun ke atas.

  • Konten: Sangat ringan, bebas kekerasan, kata-kata kasar, atau adegan dewasa.

  • Contoh game: Puzzle sederhana, edukasi dasar, permainan kreatif untuk anak.

b. Rating 7+

  • Target: Anak-anak 7 tahun ke atas.

  • Konten: Kekerasan ringan atau situasi menegangkan, tapi tetap tidak realistis atau menakutkan.

  • Contoh game: Petualangan dengan monster kartun, mini-game tantangan sederhana.

c. Rating 13+

  • Target: Remaja 13 tahun ke atas.

  • Konten: Kekerasan moderat, bahasa kasar terbatas, tema sosial atau cerita lebih kompleks.

  • Contoh game: RPG, MOBA, atau simulasi dengan cerita yang lebih dewasa.

d. Rating 15+

  • Target: Remaja 15 tahun ke atas.

  • Konten: Kekerasan realistis, bahasa kasar, tema seksual ringan, adegan menegangkan.

  • Contoh game: Action-adventure, olahraga kompetitif dengan simulasi realistis.

e. Rating 18+

  • Target: Dewasa 18 tahun ke atas.

  • Konten: Kekerasan intens, konten seksual eksplisit, bahasa kasar penuh, tema dewasa.

  • Contoh game: Horror, action intens, simulasi dewasa, game open-world dengan konten berat.


3. Kriteria Penilaian

IGRS menilai game melalui beberapa aspek utama:

  1. Kekerasan & Pertempuran: Tingkat intensitas, realisme visual, dan dampak emosional.

  2. Konten Seksual & Romantis: Kehadiran adegan seksual, nudity, dan sugesti seksual.

  3. Bahasa & Ekspresi: Penggunaan kata kasar atau konten ofensif.

  4. Narkoba & Alkohol: Referensi atau penggunaan zat terlarang dalam cerita/gameplay.

  5. Tema & Narasi: Kompleksitas cerita, moralitas, dan dampak psikologis bagi pemain.

Penilaian dilakukan dengan mengamati gameplay, cutscene, narasi, dan elemen interaktif secara keseluruhan.


4. Manfaat Sistem Rating

  • Bagi orang tua: Memilih game yang aman dan sesuai usia anak.

  • Bagi pemain: Memahami ekspektasi konten sebelum membeli atau mengunduh game.

  • Bagi developer: Memberikan panduan pembuatan game yang sesuai regulasi dan target pasar.

  • Bagi industri: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan konten digital.


5. Dampak dan Tren

  • Sistem ini mendorong produksi game bertanggung jawab, baik dari segi konten maupun distribusi.

  • Membantu membangun ekosistem gaming yang aman dan edukatif bagi anak dan remaja.

  • Memberikan peluang bagi game edukatif dan kreatif untuk mendapatkan rating lebih rendah, sehingga lebih mudah diterima pasar anak-anak.

  • Rating tinggi (15+ dan 18+) memungkinkan developer menghadirkan konten dewasa dengan regulasi jelas, mengurangi risiko anak-anak mengakses konten tidak sesuai.


6. Kesimpulan

Sistem IGRS Komdigi menjadi standar penting dalam industri game Indonesia. Dengan kategori 3+, 7+, 13+, 15+, 18+, orang tua, pemain, dan developer memiliki panduan jelas mengenai batasan usia dan konten game. Sistem ini memastikan konten digital aman, edukatif, dan bertanggung jawab, sekaligus mendorong inovasi game lokal sesuai regulasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *